Monday, June 13, 2011

Wanita Penghuni Surga Itu…


Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman
 Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)



Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.

Marji’:
Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
source : muslimah.or.id
***

Sunday, June 5, 2011

FIQIH OLAHRAGA


FIQIH OLAHRAGA (bulletin Al-Furqon volume 2 No 1)

Bismillahirrahmaanirrahim
Olahraga merupakan suatu aktivitas yang hamper tidak bias dipisahkan dari kehidupan manusia karena memang olahraga sendiri mengandung banyak manfaat dan hal-hal positif. Oleh karenanya, pada asalnya islam tidak melarangnya.
Namun, sangat disayangkan, olahraga yang pada asalnya sangat bermanfaat, ternyata sekarang ini telah tercampuri dengan kemaksiatan yang bersebrangan dengan norma islam nan indah ini.
Maka, pada kesempatan kali ini, dengan izin Allah SWT dan semata-mata mengharap ridhaNYA, An-nisa akan membahas sedikit tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berolah raga yang telah diajarkan agama islam yang sempurna ini , agar olahraga yang kita lakukan benar-benar bermanfaat dan tidak mengandung unsure kemaksiatan.

HUKUM OLAHRAGA
Suatu kaidah dalam islam yang hendaknya kita tanamkan yaitu bahwa hokum asal dari segala sesuatu adalah halal dan boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya dan tidak dicampuri perkara-perkara yang terlarang atau memudaratkan. Begitu juga dalam masalah olahraga.
Nabi saw bersabda , “ apa-apa yang Allah swt halalkan dalam kitabNya adalah halal, apa-apa yang diharamkan maka ia haram, dan segala yang didiamkan maka tidaklah mengapa (halal), maka terimalah apa-apa yang dibiarkanNya, karena Allah SWT tidaklah melupakan sesuatupun.”  Kemudian Nabi saw membacakan ayat , “ dan tidaklah Rabb mu itu lupa. “ (HR . Al Hakim : 2 / 375, dihasankan al-Albani dalam  Ghayatul Maram hlm. 20 )
Dan bahwasanya penghalalan dan pengharaman adalah hak mutlah khusus bagi Allah SWT semata, tidak ada mahluk yang mencampurinya.

PERKARA-PERKARA YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM OLAHRAGA
1.     1.   Untuk mencari Ridha Allah
Seorang muslim hendaknya selalu mencari ridha Allah dalam setiap aktivitasnya, begitu juga dalam berolahraga. Dan itulah tujuan diciptakannya manusia. Perlu diketahui bahwasanya ibadah bukan hanya sekedar shalat, puasa, haji, dan semisalnya , namun lebih dari itu, ibadah ialah mencakup semua apa yang dicintai dan diridhai Allah swt baik itu perkataan maupun perbuatan yang tampak maupun yang tidak tampak.
Jadi, olahraga tau perkara-[erkara yang mubah yang dilakukan oleh seorang muslim akan bernilai ibadah apabila untuk mencari keridhaan Allah SWT.

2.       2. Tidak menghabiskan waktunya untuk olahraga dan tidak melupakan ibadah kepada Allah
Sesungguhnya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah , mencari bekal untuk kehidupan akhiratnya, karena cepat atau lambat dia pasti akan meninggalkan dunia dan menuju ke kehidupan akhirat yang abadi .
Dan termasuk tipu muslikaht setan untuk menyesatkan manusia yaitu menghiasi dunia supaya manusia tenggelam didalamnya dan melupakan kampung akhiratnya. Setan menghiasai plahraga sehingga manusia asyik dengan olahraga dan tenggelam didalamnya sehingga menghabiskan waktunya untuk berolahraga atau kabar-kabar yang membicarakan bintang-bintangnya dengan rasa kagum secara detail tanpa memandang agama dan akhlaknya

3.       3. Menutup aurat
Seorang muslim laki-laki maupun perempuan wajib menutup aurat dan dilarang melihat aurat orang lain maupun sesame jenis (lihat An-nur ;:30-31)
Rasulullah saw bersabda, “ seorang laki-laki dilarang melihat aurat laki-laki lain dan seorang perempuan dilarang melihat aurat wanita lain” (HR. Muslim)
Akan tetapi , pemandangan menyedihkan yang kita saksikan pada zaman sekarang ini banyak kaum muslimin yang menyingkap aurat nya (termasuk dalam ajang olahraga). Maka dari sini kita mengetahui bahwa olahraga yang mengharuskan pesertanya menyingkap auratnya seperti binaraga , renang, senam , atau yang semisalnya, maka hukumnya haram.

4.       4.Tidak kagum dan mengidolakan orang non muslim
5.       5.Tidak menimbulkan sifat bangga diri, sombomg, dan dengki. Dan selainnya
6.       6.Tidak menimbulkan permusushan
7.       7.Bebas dari perjudian

Khotimah:
Para pembaca yang dirahmati Allah, hendaknya kta selalu mengingat akan tujuan Allah menciptakan kita agar kita selalu beribadah kepadaNya. Dan rasannya waktu ini sangat sedikit bila dibandingkan kewajiban-kewajiban yang harus kita tunaikan dan hal-hal yang bermanfaat berupa ilmu dan amal shalih, sehingga kita harus berfikir kembali untuk menyia-nyiakan  waktu yang sedikit ini. Dan kalau memang kita butuh dan perlu untuk berolahraga , hendaknya secukupnya dan kita niatkan untuk mencari ridha Allah SWT dengan tetap menjaga apa yang menjadi kewajiban kita berupa shalat, menuntut ilmu, bekerja, dan selainnya, dan dengan tidak melanggar laranganNya. Semoga Allah SWT memberikan kita taufiq dan hidayahNya. Aamin

Tuesday, May 31, 2011

Fenomena Jilbab

 sebuah prolog
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
akhwat fillah yang dirahmati allah, pada kesempatan ini An-nisa ingin sedikit berbagi mengenai sebuah "fenomena jilbab" yang sempat ana baca dalam sebuah buletin wanita  "SHALIHAH" Edisi ke 4 (mei 2011)
sebelumnya Alhamdulillah, puji Syukur kehadirat Allah SWT , karena nikmat dan karunia Nya, kita masih diberikan kesempatan untuk saling berbagi dan saling mengingatkan :). dan syukron untuk saudariku , ukhty isti fatmala yang insya Allah Allah muliakan, syukron telah mengingatkan dan memberikan saran yang membangun untuk blog yang masih memiliki banyak kekurangan ini. dan Afwan jiddan untuk pembaca An-nisa mengenai beberapa post yang masih belum sesuai dengan syari'at islam. insya Allah An-nisa sedang mencoba untuk memperbaiki. jazakumullahu khairan katsiir :)


Fenomena Jilbab
Di Era globalisasi , Jilbab mungkin tak asing lagi bagi wanita di dunia ini. Pakaian yang menutupi tubuh / aurat wanita, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki ini , sudah merabah pemakainya dari metropolitan hingga pelosok-pelosok Desa. Mereka berjilbab atau berkerudung dengan berbagai corak, warna dan modelnya menurut selera masing-masing pemakainya.

Dalam agama Islam yang sempurna, yang telah mengatur umatnya dan menuntutnya melalui Rasul yang mulia, Muhammad saw bahwa dalam berpakaian pun kita tidak terlepas dari syariat-syariat yang diperintahkannya. Karena niat semata-mata hanya karena Allah SWT saja. Semua bentuk amal ibadah dilarang ditunjukkan kepada selain Allah SWT. Allah berfirman yang artinya 

“Dan aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada Ku” (QS. Ad dzariyat : 56)

PERINTAH BERJILBAB

Tidak diragukan lagi bahwasanya mengenakan jilbab bagi seorang wanita muslimah hukumnya wajib.  Berdasarkan dalil Al Qur’an dan Hadist Rasulullah saw .
“Hai Nabi , katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan ayat yang semakna dengan isi kandungan diatas adalah (QS. Al Ahzab : 53, 55, Suerat An Nur :31 dan 60)

Hadist, dari Ummu Athiyah bahwa Rasulullah pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha memerintahkan para wanita pingitan dan wanita-wanita haid untuk keluar menuju lapangan. Lantas Ummu ‘Athiyah berkata : “ Wahai Rasulullah! Diantara kami ada yang tidak memakai jilbab” maka beliau bersabda : “ hendaklah salah seorang diatara kalian meminjamkan jilbanya kepada saudarinya” (HSR. Bukhari dan Muslim)

Sebenarnya perintak Allah SWT ini , amatlah berharga bagi kehormatan dan kemuliaan wanita itu sendiri. Wanita diangkat derajatnya dalam islam , dijunjung tinggi martabat dan kedudukannya. Hingga pahala amal shaleh pun tidak berbeda dengan kaum laki-laki. Jikakita patuh dan taat pada perintah Allah SWT , niscaya akan memperolah nikmat dan kebaikan didunia dan akhirat kelak.

MANFAAT DAN KEBAJIKAN BERJILBAB
Disamping mentaati perintah Allah SWT dalam surat An Nur  dan Al Ahzab diatas , maka manfaat yang lainnya adalah :
1.      - Agar mudah dikenal (qs Al Ahzab : 59)
2.       -Menjaga kehormatan dan kemaluannya ( qs Al Ahzab : 31)
3.       -Mencegah zina dan kemaksiatan ( QS Al Isro : 32)
4.       -Adanya ketenangan, kenyamanan dan tidak diganggu (QS Al Ahzab 59)
5.       -Mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas dan kemaksiatan

Subhanallah begitu banyaknya manfaat dari syariat ini. Untuk diri wanita sendiri , keluarga dan masyarakat pada umumnya. Namun sayang , penerapan syari’at jilbab kini semakin jauh dari yang disyari’atkan.

JILBAB MASA KINI
Bila saudariku ada ditempat umum, dan menjumpai wanita berjilbab dengan tampilan gaya trendi , itu bukanlah sesuatu yang aneh. Memang begitulah jilbab masa kini. Jilbab yang banyak disalahgunakan oleh pemakainya.

Mereka memakainya dengan tujuan-tujuan yang tidak sesuai dengan tuntutan syari’at. Seperti untuk bersaing, agar terlihat alim, hanya ikut-ikutan atau untuk mengikuti mode. Tak heran , bila kita melihat jilbab bias berubah-ubah sesuai mode atau trend yang up to date. Yang sexy merangsang, yang ketat transparan, berwarna warni, mencolek, dan sebagainya. Sungguh menggoda bagi laki-laki. Walaupun pakaian tersebut menutupi seluruh tubuhnya. Tapi dia bagaikan telanjang , tak bebusana.  Setan menimbulkan bisiskan syahwat bagi siapapun yang melihatnya. Pun bagi laki-laki yang beriman. Karena wanita adalah salah satu yang diciptakan  Allah SWT sebagai uian bagi laki-laki, yang menimbulkan kecintaan padanya.  Seperti firman Allah SWT  dalam surat Al Imron : 14
Artinya “ “ dijadikan indah pada (pandangan ) manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini. Yaitu wanita dan anak-anak…………..”

Terkadang jilbab pun hanya dipakai secara ritual religious versi mereka.. seperti acara pengajian . peringatan hari besar islam atau upacara kematian yang didalamnya terselip acara bid’ah bahkan kesyirikan.  Selebihnya jilbab hanya sebagai penghuni sudut kosong dari lemari pakaian wanita masa kini. Lain acara, lain pula pakaiannya. Tinggalkan jilbab demi martabat , gengsi atau prestasi ?!

Saudariku, hati ini terasa miris dan sedih bila melihat kenyataan yang terpampang dihadapan kita sekarang ini. Mereka menggunakan jilbab dalam kemaksiatannya. Tak ada sama sekali cerminan untuk menjaga kehormatannya apalagi takut kepada Allah SWT . pergaulan yang bebas atau teramat bebas. Hingga tak terbatas bercampurnya lawan jenis. Aurat dipertontonkan secara vulgar dan murah , hanya untuk sebuah hawa nafsu. Kata mereka itu wajar, lumrah, dan biasa. Wal’iyadzu billah !

Semua itu adalah langkah-langkah syetan untuk menggida manusia , agar berpaling dari syariat Allah SWT dan RasulNya saw . setan akan sangat marah dan bensi apabila manusia tunduk dan patuh terhadap perintah dan LaranganNya . ingatlah …! Mereka adalah musuh yang sangat nyata !

“ Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah Syetan , sesungguhnya syetan itu bagi kalian musuh yang sangat nyata “ (QS Al Baqarah : 208)

JILBAB MENURUT SYARIAT
Hendaknya setiap wanita muslimah wajib bagi dirinya untuk menghindari langkah-langkah syeta dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat. Adapun sifat-sifat  dan syarat berjilbab yaitu :
-menutupi seluruh badan selain bagian yang dikecualikan ( QS. 24 :33)
-Tidak sebagai perhiasan (QS 24C: 31)
-tidak transparn dan kainnya tidak tipis
- tidak ketat , tidak menggambarkan lekuk tubuh
- tidak memaki wewangian atau parfum
- tidak menyerupai laki-laki
- tidak menyerupai pakaian wanita kafir
- tidak menjadikannya sebagai Syuhroh ( untuk popularitas)

KHOTIMAH
Para pembaca yang berbahagia, jikalau sunah-sunah ditinggalkan , nahi mungkar diabaikan , maka akan berkahir dengan Adzab dari Allah . Na’udzubillah mindzalik! Akhirnya, tiadalah daya dan upaya bagi kita , selain memohon kepada Allah SWT , Agar dihindarkan dai perbuatan hina, nista, dan dimurkaiNya. Dengan menigkatkan iman, ilmu dan takwa kita kepada Allah SWT.
Demikianlah uraian tentang hijab dimasyarakat. Semoga kta bias mengambil faidah dari tulisan ini. Sehigga Allah membangkitkan kita semua di Akhirat nanti sebagai orang-orang yang beruntung dengan meraih ssyurga Allah SWT.  Wallahu musta’an

Tuesday, May 17, 2011

sebuah renungan diri

 -Sebuah Prolog-
bismillahirrahmanirrahim
assalamu'alaikum sahabat, sedikit An-nisa menuliskan sebuah catatan Hati yang membuat hati ini semakin malu karena belum juga sadar "untuk apa sebenarnya manusia diciptakan". sebelumya, Segala Puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan, terutama atas nikmat yang paling besar, yaitu nikmat iman dan islam. subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illaAllah wa Allahu Abar.
dan tak lupa untuk saudara ku sekaligus kaka ku yang telah membantu banyak diri ini untuk semakin dekat kepadaNYA kak Oki Setiana Dewi melalui tulisannya dalam buku melukis pelangi. sungguh sebuah motivasi diri yang begitu luar biasa.

sebuah renungan diri

Dunia ini Panggung Sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Mahabrata atau tragedi Yunani
Setaip kita dapat satu peranan
Yang harus dimainkan
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura

Mengapa kita bersandiwara
Mengapa kita bersandiwara
Peran yang kocak bikin tertawa terbahak-bahak
Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang
Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan
Mengapa kita bersandiwara

(Panggung Sandiwara)

     Lagu lama yang ditulis oleh Taufik Ismail ini sesunnguhnya mengajakku bertanya, " Untuk apa manusia diciptakan?" Mengapa alur hidupku seperti ini , mengapa alur hidup orang lain seperti itu, apa sebenarnya maksud Allah dengan memberikan peranan yang berbeda-beda pada setiap hambaNYA

    Dulu, aku tak mengerti untuk apa aku diciptakan dimuka bumi ini dan kemana akhirnya aku kembali. Aku tidak pernah menyadari bahwa disetiap shalat, bibir ini selalu megucap : inna shalaati wanusukii wamahyaaya wa mamaati lillaahi rabb al-'alamin (sesunggunya shalatku, ibadahku, hidupku dan matikusemuanya untuk Allah, Penguasa Alam Semesta)

    Sungguh ikrar itu hanya sampai pada bibir semata. Ketika sibuk mengejar cita-cita dunia, aku lupa berhenti sejenak sebelum mengerjakan, " Apakah perjuangan yang kulakukan ini untuk Allah ? "

   Perjalanan menemukan Allah dan kesadaran menjadikan segala urusan sebagai bentuk ibadah karena Allah, tidaklah sim salabim. Berproses. Allah memberikan berbagai persoalan kehidupan untuk menjadikan manusia sebagai hambaNYA yang kuat, dan menyadarkan manusia bahwa dibalik segala masalah , ada Dia Sang Maha Pencipta. Ya, tujuan manusia diciptakan didunia ini agar mengenal siapa yang telah menciptakanNYA.

   Aku sering bergidik sendiri membayangkan , betapa Maha Besarnya Allah dan betapa kecilnya aku maupun manusia lainnya. Bumi hanyalah sebuah titik kecil di jagat raya . Ia tidak menjadi satu-satunya planet galaksi ini. Ada milyaran pelanet yang menemaninya. Galaksi pun tidak hanya satu. Ada miliaran galaksi yang memuat 200 miliar bintang dialam semesta ini. Itupun baru terletak disatu lapisan langit. Sementara Al-Qur'an menyatakan bahwa langit terdiri dari tujuh lapisan . ALLAHU AKBAR! Betapa Mahaluasnya alam semesta dan betapa tak berartinya para manusia yang hanya setittik debu ini. Itulah sebabnya mengapa manusia sama sekali tidak memiliki kekuasaan, bertugas untuk menyembah Allah...


copyright of melukis pelangi & nuridamaulida.blogspot.com
 An-nisa @2011
it allowed to share. but dont forget to lists the source . thanks :)

Monday, May 16, 2011

Allah's Blessing

bismillah

Allah's Blessing



We all have something in our lives to overcome,
It doesn't have to stop us from having fun,
Whatever hurdle gets put in my path, it's Allah's Blessing.

For me, it's my body, which tends to go on strike,
The hurts, the aches, get to me most at night,
However strong the pain may be, it's Allah's Blessing.

I get so frustrated, not being able to achieve all I'd like to do,
I, shamefully, at the worst of times, envy you.
All of this hardship, which I can struggle to bear, it's Allah's Blessing.

Right now, all I want to do is weep,
I probably will, before I sleep,
Each tear I shed, a voice calls in my head, "It's Allah's Blessing"

"I want to be normal" I say, "Is that so wrong?"
But, these thoughts aren't allowed to hang around for long,
For that encouraging voice keeps on saying, "It's Allah's Blessing".

After my wayward thoughts come those of comfort,
I wouldn't be me, if I didn't have all this hurt.
I'm beginnng to see that all of this, It's Allah's Blessing.

By giving me these tempermental mitochondria in each cell,
Allah's teaching me to cherish the times I am well.
So now I glare at my aching limbs and say, "It's Allah's Blessing."

I tell myself its okay to have moments like these,
Sabr, Jessica, after hardship there will be ease.
As hard as life has looked tonight, It's Allah's Blessing.


please list the source if you want to share it :)

copyright of An-nisa.com @2011