Friday, April 11, 2014

Episode Kala Itu..




bismillaah

Sore hari ini, langit terlihat gelap, awan kelabu mendominasi setiap sisi pandangan yang kulihat. Ah, pertanda hujan. Hal itu membuatku merasa malas melakukan aktivitas diluar rumah. waktu itu adalah jadwal tarbiyah rutin mingguan di jumat sore. Sungguh, cobaan terberat dalam menuntut ilmu lagi-lagi datang, ditambah dengan lokasi tarbiyah yang terbilang cukup jauh. Memang, syetan memiliki banyak cara untuk menggoda manusia, kecuali bagi hamba-hamba Allaah yang "terpilih".

"ukh, hari ini ikut mentoring kan?" . Tiba-tiba sebuah pesan muncul dilayar handphone ku. Dengan cepat aku mengiyakan dan berusaha melawan rasa malasku yang besar. Sungguh, jika bukan karena pertolongan Allaah, tidak ada sedikitpun daya untuk melangkah dan melawan nafsuku.

Sesampainya di tempat mentoring, kami menunggu murobiyah datang sambil berdiskusi ringan. Menit demi menit berlalu namun murobiyah tak juga datang. Hingga kami memutuskan untuk kembali kerumah jika 30 menit kedepan murobiyah tidak memberi kabar. Setelah 30 menit berlalu, kami pun bersiap-siap untuk pulang.

Namun, tiba-tiba langkah kami terhenti. Tiga orang muslimah melangkah mendekat kearah kami , dan menyapa kami dengan senyum indah nan tulus. Perlahan mereka mencoba untuk memperkenalkan diri dan berbincang ringan. Ditangan mereka, kulihat lembaran-lembaran berwarna putih . Mataku fokus pada lembaran itu, hingga aku berhasil menerka, ternyata lembaran itu adalah sebuah buletin dakwah islam rutin yang akhir-akhir ini sering aku dapatkan.

"Teteh, mangga, ini ada buletin untuk teteh-teteh. Ini baru terbit kemarin. Temanya sedang hangat-hangatnya. Mengenai aktivitas 9 April lalu". Tiba-tiba seseorang diantara mereka menyodorkan lembaran buletin ke arahku. Akupun menghentikan lamunanku. Seketika aku terpaku pada isi buletin itu, sambil sesekali mendengarkan mereka menjelaskan beberapa poin penting dari isi buletin itu.

Sungguh., diskusi sore itu begitu mengalir. Kami terhanyut mendiskusikan permasalahan umat islam saat ini. Mulai dari kemaksiatan yang dilakukam terang-terangan oleh masyarakat, hingga kepada sebuah kebijakan "aneh" yang justru melonggarkan kemaksiatan semakin merajalela. Benar saja, akar permasalahannya ada dalam diri, diri setiap individu yang sebenarnya memiliki hak untuk memilih jalan hidup yang akan ia dijalani. Namun, membayangkan kondisi sebagian besar masyarakat yang justru cenderung jauh dari pegangan pedoman hidup terbaik, yaitu Al-Qur’an dan Assunnah, membuat hati miris. Pantas saja, tidak aneh jika kebanyakan anak muda sekarang cenderung “Meniru” ini itu dengan mudahnya, karena mereka sendiri belum memiliki pegangan yang teguh.. 
Waktu demi waktu berlalu. Tidak terasa, diskusi berjalan satu jam lamanya. Begitu banyak hikmah didalamnya. Segala puji Bagi Allaah yang telah memudahkan diri untuk melangkah menuntut ilmu. Tidak ada murobiyah, Allaah pun menakdirkan media lain sebagai penggantinya..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sahabat, Mungkin cerita ini cerita sederhana, tidak ada klimaks yang menarik, ataupun alur setting yang unik. Tidak, sungguh bukan itu yang nur ida tekankan. Percayalah saudariku, setiap detail kehidupan mempunyai nilai. Istimewa atau tidaknya tergantung kacamata kita sebagai tokoh utamanya. Jika kita berpaling sedikit saja dari hikmah, sungguh, satu detik peristiwa itu memiliki harga. Jangan biarkan diri kita menjadi orang-orang yang menyesal dikemudian hari karena minimnya usaha muhasabah diri. 
Ingatlah saudariku, setiap detik waktu memiliki episodenya masing-masing. Semuanya telah Allaah atur dengan begitu rapih. Nikmatilah setiap episodenya. Jangan pernah mengeluh terhadap apapun yang terjadi pada diri. Hadapi, Hayati, Nikmati, dan Syukuri.  Semoga Allaah memudahkan kita dalam mengambil hikmah dari setiap peristiwa.. aamiin
Namun, berhati-hatilah, mengukir kebaikan dalam setiap episode kehidupan tidaklah mudah. Banyak cobaan yang akan sahabat lalui. Mulai dari nafsu diri, godaan dan bisikan syetan yang bersarang dialam dada manusia. Itulah mengapa kita sebagai seorang hamba selayaknya selalu memohon perlindungan kepada Allaah, seperti yang tercantum dalam surat An-Naas (QS 114 : 1-6), yang artinya ;
“Katakanlah: Aku berlindung kepada Robb manusia, Raja manusia, Sembahan (Ilaah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia, dari golongan jin dan manusia.”

Baarokallaahulakum
salam
Nur Ida Maulida 

Si Kecil Sang Tuan Mimpi

Bismillaah
Assalamualaikum warohmatullaah wb

Sahabat, tidak terasa, lama tidak mampir ke blog. Untuk kali pertama di tahun ini,  bismillaah nur ida ingin sedikit share mengenai sebuah kisah nyata yang pernah nur ida tulis di tahun 2012 silam. Alhamdulillaah kisah ini pernah di post di salah satu official account management OSD . Mudah-mudahan banyak hikmah yang dapat sahabat ambil dar kisah ini. 

enjoy ^^
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Si Kecil Sang Tuan Mimpi

 
Anggi Nurul Fauziah. Itulah nama lengkap seorang gadis kecil yang tinggal tepat di sebelah rumahku. Seringkali Aku memergokinya duduk sendiri di teras rumahku. Tapi, tak jarang pula Aku melihat ia sedang tertawa riang bersama teman-teman sebayanya. Teman sebaya yang kumaksud sesungguhnya bukanlah arti yang sebenarnya. Karena pada faktanya, teman-teman Anggi bukanlah anak-anak yang seumur dengannya, bahkan berbeda jauh. Postur tubuhnya yang mungil serta perilakunya yang kekanak-kanakan membuatnya terlihat pantas bermain dengan anak-anak yang berusia di bawah enam tahun. Padahal waktu itu Anggi sudah berumur lebih dari delapan tahun.
  Saat memperhatikan tingkah lakunya, kerap muncul pertanyaan besar dalam benakku. Apa yang sesungguhnya menyebabkan dia seperti itu?. Padahal secara fisik, terlihat tak begitu banyak kekurangan. Rambutnya yang ikal nan indah, kulitnya yang putih langsat, serta senyumnya yang indah, membuat tak banyak orang mengetahui bahwa sebenarnya Anggi terlahir sebagai anak autis. Ya. Belakangan ini Aku baru mengetahui beberapa hal mengenai Anggi dari ibuku. Rupanya ibuku mengetahui sesuatu tentang dia. Ibuku bercerita, Anggi adalah korban tindakan percobaan aborsi yang dilakukan oleh ibundanya sendiri. 
Astagfirullah. Tertegun dan sangat sedih rasanya mendengar kenyataan perih yang dialami oleh gadis kecil malang itu. Aku tak habis pikir, mengapa seorang ibu tega melakukan hal sekeji itu di negara yang (katanya) mayoritas Islam ini. Sejenak aku teringat cerita temanku. Di Gaza, seorang ibu berjuang mati-matian hanya demi mencari tempat aman untuk melahirkan buah hatinya. Bahkan banyak diantara mereka memilih tempat yang sangat tidak layak seperti selokan sebagai tempat untuk melahirkan dan berlindung dari kekejian tentara-tentara Israel yang dapat membunuh bayi-bayi mereka kapan saja. Seharusnya kita bersyukur karena kita hidup di negara yang cinta damai dan menjunjung tinggi HAM, negara yang memberikan perlindungan dan pelayanan bagi ibu melahirkan kapan saja dan dimana saja. Tapi pada kenyataannya, negara kita menjadi negara dengan tingkat aborsi nomor tiga terbanyak di dunia. Sungguh miris.
Kembali pada kisah Anggi. Kuasa Allah memang tak bisa dikalahkan. Anggi ditakdirkan Allah tetap hidup walau berbagai macam cara telah dilakukan ibunya untuk membunuhnya ketika masih berada dalam kandungan. Qodarullah, Anggi tetap terlahir dengan selamat. Subhanallah..  Akan tetapi, kondisinya tidak sempurna. Ia terlahir dengan beberapa kekurangan fisik dan keterbelakangan mental. Sontak keadaan tersebut membuat ibunya malu dan memilih untuk meninggalkan Anggi hidup berdua dengan neneknya. Beruntung, sang nenek sangat menyayangi Anggi. Hingga suatu saat sang nenek mencoba untuk menyekolahkan Anggi di sekolah dasar pada umumnya. Sang nenek sangat optimis bahwa bidadari kecilnya itu dapat berkembang normal layaknya anak kecil lain pada umumnya. Namun apa daya, keterbatasan Anggi membuat ia terpaksa diberhentikan oleh pihak sekolah.
Anggi melalui hari-harinya bersama nenek tercinta. Kasih sayang sang nenek kepadanya ternyata sangat berpengaruh besar bagi perkembangan psikologisnya. Ya. Itu terbukti. Beberapa bulan ini, sering Aku melihat senyum manisnya mengembang indah dibibir mungilnya. Pernah suatu saat, ketika Aku berjalan di depan rumahnya, ia menegurku “Mba ida.. Dari mana?”. Tanyanya lirih dengan lafal yang tidak begitu jelas serta dibubuhi senyuman kecil. Aku sungguh terkejut dibuatnya. Lebih dari dua belas tahun Aku tinggal didekatnya, tak pernah Aku menyaksikan momen langka itu. 
Akhirnya, kembali muncul pertanyaan besar di benakku. Tak kalah besarnya dengan pertanyaan ketika Aku mencoba mencari penyebab keterbelakangan Anggi dahulu. Faktor luar biasa apa yang menyebabkan perubahan drastis dari seseorang yang mengalami keterbelakangan mental seperti itu? Apakah hanya kasih sayang? Kurasa tidak. Rasa penasaran yang besar membuatku memutuskan untuk memberanikan diri bertanya kepada sang nenek mengenai hal itu. Tak disangka, ternyata kebiasaan Anggi mempelajari shalat dan mengaji , membuat kondisi mentalnya semakin membaik. Sang nenek berupaya keras dalam membimbing Anggi selama satu tahun terakhir ini dengan sabar dan penuh kasih sayang. Subhanallah..
Sahabat, tidak berhenti sampai disitu saja. Perjalanan Anggi masih panjang. Aku berdoa, semoga diumurnya yang hampir lima belas tahun ini, Allah menuntunnya untuk menatap dan mengejar mimpi. Ya. Di tengah keterbatasan, ia mempunyai mimpi. Pernah ia mengatakan padaku bahwa ia ingin menjadi seorang penyanyi. Lucu?. Sekilas memang lucu kalau kita memandang hanya dari sisi kekurangan yang dimilikinya. Tapi, itulah Anggi Nurul Fauziah. Gadis kecil polos yang memilki impian besar. Kepolosan sikapnya membuat ia  belum mengenal arti beban dan keputus-asaan, sehingga ia begitu semangat dan konsisten menjaga impiannya. Baginya, impian adalah tujuan hidup. Bukan pernyataan semata.
 
Salam 
Nur Ida Maulida 

Saturday, April 20, 2013

Lomba Karya Tulis Ilmiah Populer Bidang Sosial Bagi Siswa dan Mahasiswa Se-Indonesia Peran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Membangun Harkat dan Martabat Bangsa


Assalamu'alaikum. 
Yth siswa-siwa dan Mahasiswa se-Indonesia,
kmai mengundang siswa-siswa dan Mahasiswa se-Indonesia untuk mengikuti Lomba Karya Tulis IlmiahPopuler Bidang Sosial , UPI-Pikiran Rakyat Bandung
dengan Tema : Peran IPS dalam Membangun Harkat dan Martabat Bangsa.


Saturday, September 17, 2011

Makna Sebuah Titipan

MAKNA SEBUAH TITIPAN
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipanNya,
bahwa hartaku hanya titipanNya,
bahwa putraku hanya titipanNya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali olehNya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa
itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku".
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...

"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(PUISI WS RENDRA)
by : SOSD :)

Islamic Quote

Assalamu'alaikum akhwat fillah
i'm really miss to post something about islam here.
i just have an islmic quote for today :) hope it useful



Saturday, August 20, 2011

Reciting Quran During Ramadan



Many people read/recite a juz of the Quraan each day during Ramadan.
 Here is a breakdown of juz to follow during Ramadan inshAllah, so that you may read the Quran from cover to cover by the end of the month:
  • Juz’ 1 – Al Fatiha 1 – Al Baqarah 141
  • Juz’ 2 – Al Baqarah 142 – Al Baqarah 252
  • Juz’ 3 – Al Baqarah 253 – Al Imran 92
  • Juz’ 4 – Al Imran 93 – An Nisaa 23
  • Juz’ 5 – An Nisaa 24 – An Nisaa 147
  • Juz’ 6 – An Nisaa 148 – Al Ma’idah 81
  • Juz’ 7 – Al Ma’idah 82 – Al An’am 110
  • Juz’ 8 – Al An’am 111 – Al A’raf 87
  • Juz’ 9 – Al A’raf 88 – Al Anfal 40
  • Juz’ 10 – Al Anfal 41 – At Tauba 92
  • Juz’ 11 – At Tauba 93 – Hud 5
  • Juz’ 12 – Hud 6 – Yusuf 52
  • Juz’ 13 – Yusuf 53 – Ibrahim 52
  • Juz’ 14 – Al Hijr 1 – An Nahl 128
  • Juz’ 15 – Al Isra (or Bani Isra’il) 1 – Al Kahf 74
  • Juz’ 16 – Al Kahf 75 – Ta Ha 135
  • Juz’ 17 – Al Anbiyaa 1 – Al Hajj 78
  • Juz’ 18 – Al Muminum 1 – Al Furqan 20
  • Juz’ 19 – Al Furqan 21 – An Naml 55
  • Juz’ 20 – An Naml 56 – Al Ankabut 45
  • Juz’ 21 – Al Ankabut 46 – Al Azhab 30
  • Juz’ 22 – Al Azhab 31 – Ya Sin 27
  • Juz’ 23 – Ya Sin 28 – Az Zumar 31
  • Juz’ 24 – Az Zumar 32 – Fussilat 46
  • Juz’ 25 – Fussilat 47 – Al Jathiya 37
  • Juz’ 26 – Al Ahqaf 1 – Az Zariyat 30
  • Juz’ 27 – Az Zariyat 31 – Al Hadid 29
  • Juz’ 28 – Al Mujadila 1 – At Tahrim 12
  • Juz’ 29 – Al Mulk 1 – Al Mursalat 50
  • Juz’ 30 – An Nabaa 1 – An Nas 6
A printable copy of the list is here: CLICK

Islamic Quote 1

quotes by : Fernita D
Design by : An-nisa

Akhwat fillah, 
visit our facebook fan page on :
jazakillahukhairan katsiir :)

Thursday, August 18, 2011

I'tikaf Ramadhan SMP ITUS (my junior High School) :)


I'tikaf Ramadhan SMP ITUS
17 s.d. 19 Agustus 2011

 Photograph by :
my teacher Mr. Tedi Iskandar

Tuesday, August 16, 2011

Sunday, August 14, 2011

Loving for the sake of Allah






1) Virtues and benefits of loving for the sake of Allah 

Sayyiduna Anas (Allah be pleased with him) relates that the Messenger of Allah (Allah bless him and give him peace) said,“Anyone who possesses three attributes will experience the sweetness of faith (iman): that he loves Allah and His Messenger more than anything else; that he loves someone for the sake of Allah alone; and that he hates the idea of reverting to disbelief, after Allah has released him from it, as much as he would hate being thrown into fire.”(Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim)

Loving for the sake of Allah means one loves an individual simply because of the connection he holds with Allah; either because he worships Allah and is doing something to further the deen of Allah, or, even more praiseworthy, merely because he is from the creation of Allah. There is no worldly motive behind this love such as a favour done by him, and is not subject to any fluctuation. As such, it is not increased by the character and kindness of the one loved and not decreased by his shortcomings.
(Ibn Allan, Dalil al-Falihin 2/240)

2) Informing the person that one loves them for the sake of Allah 

Abu Karima al-Miqdad ibn Ma’dikarib (Allah be pleased with him) relates that the Messenger of Allah (Allah bless him and give him peace) said, “When a man loves his brother, he should inform him that he loves him.”(Sunan Abi Dawud no: 5124 and Sunan Tirmidhi no: 2393)

As such, it is a Prophetic recommendation to inform the person one loves for the Sake of Allah of this love, since this will increase their mutual love and strengthen the bond of brotherhood. It is also good to disclose that this love is for Allah’s sake alone, and not because of any worldly gain or motive.

3) How to respond when being informed of this love? 

Sayyiduna Anas (Allah be pleased with him) relates that a man was sitting in the company of the Messenger of Allah (Allah bless him and give him peace) and another man passed by him. He said, “O Messenger of Allah, I love this man.” The Messenger of Allah (Allah bless him and give him peace) said to him, “Have you informed him?” He said, “No.” He said, “Inform him,” so he caught up with him and said, “I love you for the sake of Allah.” He said, “May the One for whom you love me [Allah] love you.”(Sunan Abi Dawud 1522)

In light of this practice of the Companion (Allah be pleased with him), if one is informed by someone that they love one for the sake of Allah (uhibbuka fillah), one should respond by saying, “ahabbakalladhi ahbabtani lahu,” meaning may Allah Most high, for the sake of Whom you have love for me, love you. It is a way of reciprocating them for their love and making du’a for them, Insha Allah.


salam
artikel posted by  :  An-nisa
Picture Addopted from : b0nds0fl0ve tumblr

Friday, July 29, 2011

Say No to Gossipping, backbiting & slander !







  bismillah
Wahai orang-orang yang beriman,
jauhilah banyak berprasangka,
sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa,
dan janganlah kamu mencari kesalahan orang lain.
Apakah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.
Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ?
tentu kamu merasa jijik.
[Surat Al-Hujurat : 12]



salam : An-nisa
Selamat menunaikan Ibadah Puasa :)


Thursday, July 28, 2011

Hikmah fii haadzal lail (Thuesday)

bismillahirrahmaanirrahim

Diantara dampak dari kemaksiatan adalah menyebabkan kegalauan,kegelisahan, dan kemurungan.
Meskipun terhimpun pada diri orang tersebut berbagai kenikmatan dunia, tetap sajatidak akan sanggup menghilangkan kegalauan tersebut.

---
Ibnu Abbas berkata :
Sesunggunya kebaikan itu menyebabkan timbulnya sinar diwajah, cahaya didalam hati, keluasan rizki, kekuatan badan, dan rasa cinta dihati manusia kepadanya.
-Sedangkan keburukan itu menyebabkan kemurungan di wajah , kegelapan dihatidan kubur, kelemahan badan, kekurangan rizki dan rasa benci dihati manusia kepadanya.
(Al jawaabul kafi. hal : 49)
----

Dan ucapan ibnu Abbas ini senada dengan firman Allah:
"Dan barang siapa berpaling dari peringatanKU . Maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.
Berkatalah ia, " Ya Rabbku . mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat..?
(QS, Thaha 124-125)


by :An-Nisa
min : Shahibaty

Wednesday, July 27, 2011

Mr. Tedi Iskandar's PhotoWork


Here are some of my honorable teacher's photoWork, by : Mr.Tedy Iskandar
He was my art teacher when i was in ITUS Junior High School
All of his photoworks is so amazing 
LIKE IT SO MUCH
---------------------------------------------------------------------------------



--------------------------------------------------------------------------------
-Mr. Tedi Iskandar's Son-



------------------------------------------------------------------
there are my sister in SMA ITUS
they take "Sience program" there
miss them ^_^



photo work by : Mr.Tedi Iskandar

Thursday, July 21, 2011

Allah's Blessing



We all have something in our lives to overcome,
It doesn't have to stop us from having fun,
Whatever hurdle gets put in my path, it's Allah's Blessing.

For me, it's my body, which tends to go on strike,
The hurts, the aches, get to me most at night,
However strong the pain may be, it's Allah's Blessing.

I get so frustrated, not being able to achieve all I'd like to do,
I, shamefully, at the worst of times, envy you.
All of this hardship, which I can struggle to bear, it's Allah's Blessing.

Right now, all I want to do is weep,
I probably will, before I sleep,
Each tear I shed, a voice calls in my head, "It's Allah's Blessing"

"I want to be normal" I say, "Is that so wrong?"
But, these thoughts aren't allowed to hang around for long,
For that encouraging voice keeps on saying, "It's Allah's Blessing".

After my wayward thoughts come those of comfort,
I wouldn't be me, if I didn't have all this hurt.
I'm begining to see that all of this, It's Allah's Blessing.

By giving me these tempermental mitochondria in each cell,
Allah's teaching me to cherish the times I am well.
So now I glare at my aching limbs and say, "It's Allah's Blessing."

I tell myself its okay to have moments like these,
Sabr, Jessica, after hardship there will be ease.
As hard as life has looked tonight, It's Allah's Blessing.


salam : An-nisa & islam way

You make like to read the poem that was written in response to 'Allah's Blessing' . Written by a sister who is a personal friend of sister Yunaleska,
you can submit your touch story in islam, islamic artworks , photography , etc on this blog by sent all of the object to komunitasannisaindonesia@yahoo.com . Dont forget to put your neme after. thanks. wasalamu'alaikum

Tuesday, July 12, 2011

Sahabat, Teruslah Berharap :)


Bismillah
assalamu'alaikum, sahabat :)
Tanpa harapan, kita harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri
karena tidak bias melihat situasi diluar keadaan saat ini.
Dengan mempunyai harapan, kita mulai memandang diri sendiri dalam cahaya baru.
Harapan membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan.
Seseorang yang memiliki harapa mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankan.
Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakan apakah membantu atau menghambat harapan.

Insya Allah, selama kita mampu berharap, Allah tak akan membiarkan kita begitu saja.
Rosulullah saw bersabda, Allah Azza Wa Jalla berfirman:
Akan tergantung pada sangkaan hambaKu kepadaKu dan Aku bersama hambaKu ketika dia mengingatKu. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia mengingatKu ditengah orang banyak, maka Aku mengingatnya ditengah orang banyak yang lebih baik daripada mereka. Jika dia mendekat sejengkal kepadaKu, Aku mendekat sehasta kepadanya. Jika dia mendekat sehasta kepadaKu, Aku mendekat sedepa kepadanya. Jika dia mendatangiKu dengan berjalan . maka Aku mendatangi dengan berlari.

 -hikmah on tuesday :)-

 by : Nur Ida maulida, komunitas An-nisa Indonesia
.

Monday, July 11, 2011

:)





illy-muzliza:

 “If you tried to number God’s blessings, you could never count them. God is Ever-Forgiving, Most Merciful.” (Surat an-Nahl: 18)




 “If you tried to number God’s blessings, you could never count them. God is Ever-Forgiving, Most Merciful.” (Surat an-Nahl: 18)


illy-muzliza:

Take some time to “download” a knowledge or two in your system!




Take some time to “download” a knowledge or two in your system!



illy-muzliza:

Whenever you feel down, upset, frustrated or sad overall; don’t be! Place your hope and faith in Allah, for He is always there with you. :)




Whenever you feel down, upset, frustrated or sad overall; don’t be! Place your hope and faith in Allah, for He is always there with you. :)

illy-muzliza:

Glory to Allah, our most awesome Creator! ♥




Glory to Allah, our most awesome Creator!

illy-muzliza:

Shh! Use indoor voices! :>




Shh! Use indoor voices! :>

illy-muzliza:

If you see a stray animal, why not buy proper food (not  leftovers) from the store or nearest restaurant and feed it? Allah will  reward you for this noble action, insyallah. :)




If you see a stray animal, why not buy proper food (not leftovers) from the store or nearest restaurant and feed it? Allah will reward you for this noble action, insyallah. :)

illy-muzliza:

Don’t forget to say “Thank You” whenever you need to! :)




Don’t forget to say “Thank You” whenever you need to! :)

illy-muzliza:

Retire to your beds early and be refreshed in the morning for Subuh prayers! :)




Retire to your beds early and be refreshed in the morning for Subuh prayers! :)

illy-muzliza:

Allah is Great! Look at all the wonders and the blessings He gave to all of us, masyallah. :)




Allah is Great! Look at all the wonders and the blessings He gave to all of us, masyallah. :)

illy-muzliza:

Hug someone today! Hugs can make one warm and feeling joyous, so go hug your mum, dad, friend (or your cat?) And remember, strictly MAHRAM only! (which means don’t go hugging your “girlfriend” or so). :)




Hug someone today! Hugs can make one warm and feeling joyous, so go hug your mum, dad, friend (or your cat?) And remember, strictly MAHRAM only! (which means don’t go hugging your “girlfriend” or so). :)

illy-muzliza:

Make a du’a or wish to Allah right now; He listens all the time :)




Make a du’a or wish to Allah right now; He listens all the time :)




illy-muzliza:

Grab your Quran and recite a short surah today :D




Grab your Quran and recite a short surah today :D

illy-muzliza:

Smile! It’s saqadah! :)




Smile! It’s saqadah! :)
source of picture  : www.owhsomuslim.com

Cermin Tak Pernah Berdusta



Tatkala kudatangi sebuah cermin,Tampak sesosok yang sudah lama kukenali,Namun ANEH,Sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya apakah wajah ini yang kelak kan bercahaya,bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka Jahanam??

Tatkala kutatap mataku,galau hatiku bertanya…Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan menatap Allah,menatap Rasulullah…menatap kekasih Allah kelak??
 Ataukah mata ini yang akan terbeliak.melotot,menganga terbuai menatap neraka jahanam…
Wahai mata,apa gerangan yang kau tatap selama ini??

Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang akan mendesah penuh kerinduan mengucap LAAILAHA ILLALLAH saat malaikat maut datang menjemput…ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah terjulur dengan lengking jeritan pilu, yang akan menggugah sendi-sendi setiap pendengar,ataukah menjadi mulut pemakan buah zaqqum Jahanam, yang getir menghunus penghancur usus…
 Apa yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?!

Berapa banyak hari yang remuk dengan pisau kata-katamu yang menghiris tajam,berapa banyak kata-kata yang manis semanis madu yang engkau ucapkan untuk menipu…?!

Betapa jarang engkau jujur,betapa langkanya engkau menyebut nama Tuhanmu dengan tulus, betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Tuhanmu mengampuni segala dosa yang telah kau perbuat?!

Tatkala kutatap tubuhku,apakah tubuh iniyang kelak kan penuh cahaya,bersinar,bersukacita,bercengkerama di syurga sana?
Ataukah tubuh yang akan tercabuk-cabuk hancur mendidih di dalam lahar membara Jahanam,terpasung tanpa ampun,derita yang takkan pernah berakhir…
Wahai tubuh,berapa banyak maksiat yang engkau lakukan…?
berapa banyak orang yang engkau dzalimi dengan tubuhmu…?
berapa banyak hambamu hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?!
Wahai tubuh,seperti apakah isi gerangan hatimu?

Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu,atau sebagus daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu seindah penampilanmu atau sebusuk kotoranmu?!

Betapa berbeda,apa yang nampak dalam cermin dengan apa yang tersembunyi…Betapa aku telah tertipu…
Aku tertipu oleh topeng…
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng,
betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng,
betapa yang indah ternyata hanyalah memuji topeng…
Sedangkan aku,hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus…
Aku tertipu…Aku malu…Aku tertipu ya Allah…
Allah…! Selamatkanlah aku…

by us : Komunitas Hijab Indonesia :)